Thursday, September 6, 2018

Kan Ku Tempuh


Karya : Trifonia Sanjaya Nemol

Siangpun terlewati
Malam mulai menjemput
Canda tawa menghiasi kebersamaan
Skenario-skenario indah terus menggema
lembut

Berjalan di tengah canda dan tawa
Tersentak dalam sedih dan duka
Terdiam dalam keheningan
Ku tempuh dengan setia

Kisah kisah bersamamu
Kuingin mengulang semuanya
Hanya dengan dirimu
Adakah kesempatan untukku?

Seandainya aku bisa
Memutar kembali dunia
Akan aku isikan semua hati
Hanya dengan cinta
Senyum syukur membuka
lembaran putih Pena di tangan menodainya
Tulisan ku untuk masa depan
yang ku tempuh
Mengenang getirnya kehidupan

Generasi Pena  Cakrawala NTT,  SMAN 2 Langke Rembong Ruteng
 

Sunday, September 2, 2018

Ayah

Karya : Aris Wardoyo (SMAN 2 Langke Rembong)

Ku tulis kerinduanku di atas kertas
Putih...
Ku tulis kerindianku menjadi
Puisi...
Karna aku rindu padamu ayah...

Ayah...
Masih kuingat letih wajahmu
Menahan derita
Engkau bekerja keras demi nasib
Anakmu...
Tak ada keluh tak ada kesah
Yang kudengar dari mulutmu
Kau ukir selalu senyum manis
Yang indah

Ayah
Tidak pernah kau sebut kata
Menyerah...
Kau seorang pejuang yang
Tangguh...
Walau derai hujan membasahi tubuhmu
Walau sinar matahari membakar keningmu
Kau tak pernah hiraukan


Ayah
Pesanmu tak pernah kulupakan
Kau berpesan padaku
Jika penamu sudah berjalan
Di atas kertas
Jangan pernah kau sia-siakan
Pesan ini selalu kuingat dalam benakku ayah...
Terima kasih atas segala jasamu ayah....

Generasi Pena Cakrawala Pendidikan NTT

Belajar Menulis Bersama Wartawan Pos Kupang


Oleh : Maria Febriyanti Soi Kelen
Komunitas Literasi SMP Negeri 1 Lewolema Kelas (IXA)
Teman -teman semua pasti pernah merasakan dingin sampai merinding bukan?Aku yakin, teman-teman pasti sudah merasakannya. Bagaimana rasanya dingin pantai hingga membuatmu merinding...?
Sore itu, Selasa 7 Agustus 2018, kami Komunitas Literasi SMPN 1 Lewolema mengadakan Kegiatan Literasi di Pantai Baunbotin. Lokasi pantai ini di Waimana II Desa Halakodanuan Kecamatan Ile Mandiri.
Masuk di pantai berpasir putih ini, kamu akan merasakan dinginnya angin laut menusuk hingga ke rusuk membuat siapa saja pasti merinding. Pantai berpasir putih dipenuhi pepohonan yang rimbun.Terdapat beberapa pohon kelapa di pesisirnya.Angin sepoi dengan hijaunya tanaman bakau menambah keindahan pantai yang tak jauh dari sekolah kami ini. Hembusan angin yang sejuk membuat buluk kudukku berdiri hingga merinding.
Dalam posisi duduk beralaskan pasir pantai, dan raga yang sedang menggigil, tidak menyurutkan semangatku untuk mengikuti kegiatan literasi sore itu.Apa yang menarik..? Sore itu kami didatangi seorang Wartawan.Namanya Feliks Janggu. Ia adalah Wartawan Pos Kupang. Dari pakian yang dikenakan, tampak orangnya sederhana.Walau baru pertama kali itu kami bertemu, sapaannya sangat bersahabat.Tatapannya yang bersahabat membuat kami tidak merasa canggung.Setelah melakukan perkenalan singkat, K Feliks Janggu meminta kami satu kata yang kami lihat di sekitar kami.Baginya menulis tidak sulit bagi orang yang tidak mau latihan.Maka untuk bisa menulis, butuh latihan.Harus segera menulis kata pertama.
Saya dengan segera menulis kata yang diminta. Kebetulan di depan saya terdapat tanaman bakau, saya kemudian dengan sigap menuliskan kata bakau. Kami dipandu untuk membaca kata yang kami tulis. Ada yang menulis laut, ombak, kelapa, pohon, batu, buku, tas dan lain-lain. Ama, putra Pa Maksi Siswa SD Kelas II SDI Supersemar Larantuka yang sore itu turut terlibat dalam kegiatan menulis kata pasir.Ia juga mendapat kesempatan menulis kata yang ia tulis. Walau masih malu-malu berhadapan dengan kami siswa SMP.
Setelah menulis satu kata, dengan gaya santai tapi serius, K Feliks kembali mengarahkan kami untuk mengembangkan satu kata tadi menjadi satu kalimat. Dan seterusnya menjadi satu paragraf. Sambil itu, K Feliks terus memotivasi kami untuk menggunakan indra pendengaran, penciuman dan peraba untuk menginspirasi kami dalam mengumpulkan data sebagai bahan melengkapi tulisan kami.
Serunya kegiatan sore itu sebab, tidak ada teori yang panjang. Hanya beberapa konsep dasar tentang menulis dan kami diberikan ruang untuk berlatih.Waktu sudah menunjukan pukul 17.00 Wita, artinya kami harus menutup kegiatan kami sore itu. Kami pulang dengan hati berbunga-bunga, bisa mengenal seorang wartawan dan darinya kami memperoleh ilmu gratis.***

Tangisan di Bawah Senja


Karya:Reineldis Alviana Jaimun
Lara.....
Bongkahan rasa tercuat.
Lorong hati terkikis .
Hingga menipis.

Warna wajah tlah memudar.
Tinggi berkadar.
Meletup.
Hingga tertutup.

Lengkungan tak lagi terlihat.
Isi isi tak lagi lengkap.
Kehangatan tak berasa.
Hingga lenyap pula.

Di bawah senja...
Desih tangis terarah.
Tlah buyar.
Tak terkelar.


SMAN 2 Langke Rembong
IX Bahasa 3



Warnaku


Mengenalmu kekal abadi
Bergelut pada aromamu
Mengais ketulusan
Mengais keikhlasan

Hariku kau hiasai
Senyummu
Canda tawamu
Meriahkan hatiku

Kusanjungkan kebaikanmu
Akan ku kenang abadi
Terima kasih
Telah mewarnaiku

Karya  : Yuliana Veraniati Setia
Kelas   : XII Bahasa SMAN 2 Langke Rembong