Sunday, September 2, 2018

Belajar Menulis Bersama Wartawan Pos Kupang


Oleh : Maria Febriyanti Soi Kelen
Komunitas Literasi SMP Negeri 1 Lewolema Kelas (IXA)
Teman -teman semua pasti pernah merasakan dingin sampai merinding bukan?Aku yakin, teman-teman pasti sudah merasakannya. Bagaimana rasanya dingin pantai hingga membuatmu merinding...?
Sore itu, Selasa 7 Agustus 2018, kami Komunitas Literasi SMPN 1 Lewolema mengadakan Kegiatan Literasi di Pantai Baunbotin. Lokasi pantai ini di Waimana II Desa Halakodanuan Kecamatan Ile Mandiri.
Masuk di pantai berpasir putih ini, kamu akan merasakan dinginnya angin laut menusuk hingga ke rusuk membuat siapa saja pasti merinding. Pantai berpasir putih dipenuhi pepohonan yang rimbun.Terdapat beberapa pohon kelapa di pesisirnya.Angin sepoi dengan hijaunya tanaman bakau menambah keindahan pantai yang tak jauh dari sekolah kami ini. Hembusan angin yang sejuk membuat buluk kudukku berdiri hingga merinding.
Dalam posisi duduk beralaskan pasir pantai, dan raga yang sedang menggigil, tidak menyurutkan semangatku untuk mengikuti kegiatan literasi sore itu.Apa yang menarik..? Sore itu kami didatangi seorang Wartawan.Namanya Feliks Janggu. Ia adalah Wartawan Pos Kupang. Dari pakian yang dikenakan, tampak orangnya sederhana.Walau baru pertama kali itu kami bertemu, sapaannya sangat bersahabat.Tatapannya yang bersahabat membuat kami tidak merasa canggung.Setelah melakukan perkenalan singkat, K Feliks Janggu meminta kami satu kata yang kami lihat di sekitar kami.Baginya menulis tidak sulit bagi orang yang tidak mau latihan.Maka untuk bisa menulis, butuh latihan.Harus segera menulis kata pertama.
Saya dengan segera menulis kata yang diminta. Kebetulan di depan saya terdapat tanaman bakau, saya kemudian dengan sigap menuliskan kata bakau. Kami dipandu untuk membaca kata yang kami tulis. Ada yang menulis laut, ombak, kelapa, pohon, batu, buku, tas dan lain-lain. Ama, putra Pa Maksi Siswa SD Kelas II SDI Supersemar Larantuka yang sore itu turut terlibat dalam kegiatan menulis kata pasir.Ia juga mendapat kesempatan menulis kata yang ia tulis. Walau masih malu-malu berhadapan dengan kami siswa SMP.
Setelah menulis satu kata, dengan gaya santai tapi serius, K Feliks kembali mengarahkan kami untuk mengembangkan satu kata tadi menjadi satu kalimat. Dan seterusnya menjadi satu paragraf. Sambil itu, K Feliks terus memotivasi kami untuk menggunakan indra pendengaran, penciuman dan peraba untuk menginspirasi kami dalam mengumpulkan data sebagai bahan melengkapi tulisan kami.
Serunya kegiatan sore itu sebab, tidak ada teori yang panjang. Hanya beberapa konsep dasar tentang menulis dan kami diberikan ruang untuk berlatih.Waktu sudah menunjukan pukul 17.00 Wita, artinya kami harus menutup kegiatan kami sore itu. Kami pulang dengan hati berbunga-bunga, bisa mengenal seorang wartawan dan darinya kami memperoleh ilmu gratis.***

No comments:

Post a Comment